Jumat, 09 November 2012

Bersekolah gratis di Kuncup Melati


Sekolah Kuncup Melati

Jauh sebelum pemerintah Indonesia mencanangkan pendidikan gratis, sebuah sekolah di Semarang, Jawa Tengah sudah terlebih dulu melakukannya.
Sekolah itu adalah TK dan SD Kuncup Melati yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Kong Kauw Hwee dan sudah memberikan pendidikan gratis untuk warga tidak mampu selama hampir 60 tahun.
Konsistensi sebuah yayasan swasta memberikan pelayanan pendidikan gratis inilah yang menggelitik BBC Siaran Indonesia untuk membuktikan sendiri kebenarannya.
Apakah sekolah Kuncup Melati benar-benar memberikan pendidikan gratis atau hanya isapan jempol semata? Untuk membuktikan kebenaran berita ini maka awal bulan ini BBC Siaran mengunjungi sekolah itu.
Di satu siang yang terik, saya akhirnya tiba di Jl Lombok, kawasan pemukiman warga Tionghoa di Semarang. Di kawasan inilah sekolah Kuncup Melati berada. Sekilas sekolah ini memang tak berbeda dengan sekolah-sekolah lain pada umumnya.
Gedung sekolah berlantai tiga ini terdiri atas ruang-ruang kelas, kantor guru, perpustakaan dan ruang serba guna. Karena terdapat taman kanak-kanak di lokasi yang sama maka di halaman terlihat sejumlah alat permainan anak-anak.
Di sekolah ini, saya disambut sang kepala sekolah Agustin Indrawati Darmawan. Bersama dia kemudian saya diajak melihat-lihat kegiatan di sekolah ini.
Doa agama Hindu
Para murid tengah berdoa sebelum memulai pelajaran
Kebetulan sekali, saya datang pada saat pelajaran akan dimulai. Bersama Ibu Agustin, saya singgah di kelas empat dan di kelas itu anak-anak sedang bersiap untuk berdoa.
Saya sempat terkejut saat diberitahu bahwa anak-anak tersebut membacakan doa yang biasa dibacakan umat Hindu. Dan memang anak-anak melafalkan doa yang terdengar seperti bahasa Sansekerta dibarengi gerakan tangan yang berubah-ubah mengikuti kalimat-kalimat doa.
Sayangnya Ibu Agustin tidak mengetahui alasan mengapa sekolah itu menggunakan doa agama Hindu untuk memulai atau mengakhiri sebuah hari.
"Saya hanya menerima estafet dari pendahulu saya. Jadi saya tidak tahu persis alasan penggunaan doa umat Hindu ini."
"Tapi sejauh ini tidak ada orang tua murid yang keberatan. Saat kali pertama mereka memasukkan anak-anaknya di sini, kami memberikan pengarahan. Dan, toh tidak ada doa yang kata-katanya jelek kan?" ujar Ibu Agustin.
Kejutan belum berakhir. Di sebuah ruangan tak jauh dari kelas empat yang tadi kami kunjungi, sekelompok murid tengah berlatih paduan suara. Dan lagu yang mereka bawakan adalah Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki namun dinyanyikan dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin.
"Di sekolah ini kami memberikan pelajaran bahasa Mandarin sejak bangku kelas satu. Meski wajib namun mata pelajaran bahasa Mandarin hanya bagian dari ekstra kurikuler saja."
"Tujuan kami memberikan pelajaran bahasa Mandarin adalah memberik bekal bagi anak-anak. Siapa tahu ilmu itu berguna bagi kehidupan mereka kelak," tandas Ibu Agustin yang hampir 30 tahun mengajar di sekolah itu.
Tak dipungut biaya
Belajar di Kuncup Melati tidak dipungut biaya sepeserpun
Namun, yang menjadi ciri khas sekolah ini adalah semua peserta didik tak dipungut biaya sepeserpun. Benarkah demikian? Saya mencoba bertanya pada beberapa siswa.
Saya menemukan Josepine, siswi kelas enam yang orang tuanya adalah penjual mie ayam. Apa pendapat Josepine soal sekolahnya ini?
"Sekolahnya gratis dan maju. Ada pelajaran bahasa Inggris, Mandarin, sempoa," kata Josepine.
Lain lagi pengakuan Segoro, juga siswa kelas enam. Ayah Segoro adalah seorang tukang parkir dengan penghasilan pas-pasan.
"Di sini sekolahnya gratis. Aku dapat buku, tas, sepatu, seragam, pulpen dan tempat pulpen," kisah Segoro.
Predikat gratis ini, tentunya menarik minat warga tidak mampu untuk mendaftarkan anak-anak mereka. Dengan kapasitas sekolah yang terbatas maka sekolah Kuncup Melati melakukan seleksi.
"Prioritasnya tetap anak-anak yang sekolah di TK Kuncup Melati, setelah itu baru yang lain,"papar Kepala Sekolah SD Kuncup Melati Agustin Indrawati Darmawan.
"Syarat utamanya harus ada surat pernyataan tidak mampu dari kelurahan dan syarat lainnya sama seperti sekolah-sekolah lain."
"Sekolah kami berjanji tidak menarik uang sepeserpun, kami pinjami buku pelajaran dan untuk seragam, kalau orang Jawa bilang ndilalah selalu ada yang menyumbang."
Awalnya kursus membaca
Rumah ibadah dekat Sekolah Kuncup Melati
1 Januari 2010, sekolah Kuncup Melati genap berusia 60 tahun. Dan selama enam dekade itu pula sekolah ini tidak pernah menarik bayaran sepeserpun dari para peserta didiknya.
Keunikan lain adalah meski sekolah ini berdiri di kawasan Pecinan, namun sebagian besar siswanya datang dari etnis non Tionghoa.
Sebenarnya bagaimana asal usul sekolah Kuncup Melati ini? Untuk mendapatkan jawabannya saya menemui sekretaris Yayasan Kong Khau Hwee Eko Wardojo. Yayasan ini adalah pengelola sekolah Kuncup Melati.
Eko Wardojo menjelaskan seklah ini berawal dari Yayasan Khong Kauw Hwee yang berdiri pada 24 September 1935. Pada awalnya yayasan ini hanya memberi kursus pemberantasan buta huruf.
"Pada awalnya para pendiri yayasan melihat para pengungsi (perang) terutama anak-anak mereka butuh pendidikan. Ide ini kemudian direalisasikan sebagai kursus pemberantasan buta huruf."
"Karena awalnya tujuannya hanya agar anak-anak bisa membaca, maka sistem pendidikannya setahun dibagi dua. Awalnya ada 60 peserta," papar Eko.
Pada 1 Januari 1950, Yayasan Kong Kauw Hwee resmi mendirikan sekolah dan dua tahun kemudian sekolah ini mengadaptasi kurikulum sekolah rakyat.
"Sehingga pada tahun 1979, sekolah ini sudah memiliki murid hingga kelas enam. Ini sebuah kemajuan pesat dan sejak awal hingga saat ini sekolah Kuncup Melati tidak menarik bayaran sepeserpun, mulai SPP hingga seragam digratiskan," tandas Eko Wardojo.
Bagaimana Yayasan Kong Kauw Hwee bisa konsisten memberikan pelayanan pendidikan gratis selama hampir 60 tahun.
"Konsistensi ini lebih karena kepedulian melihat banyaknya warga tidak mampu membuat sebagian dari kami yang mampu menyisihkan kekayaannya untuk mendukung sekolah ini."
Namun, Eko Wardojo mengaku tidak mengetahui siapa saja yang menjadi penyumbang atau berapa besaran sumbangan mereka. Dia hanya meyakini donatur tak hanya berasal dari perorangan namun juga dari beberapa perusahaan besar.
Selain itu, lanjut Eko, niat baik Yayasan Kong Kau Hwee juga diperkuat dengan sebuah perjanjian hukum. Yayasan Kong Kauw Hwee terikat perjanjian dengan Yayang Kong Tek Su, sebagai pemilik gedung dan tanah yang kini ditempati sekolah Kuncup Melati.
"Dalam pasal lima akte perjanjian itu dikatakan bahwa Yayasan Kong Tek Su memberikan hak kepada Yayasan Kong Kauw Hwee untuk menggunakan gedung
tersebut secara cuma-cuma dalam penyelenggaraan sekolah."
Namun, hak penggunaan cuma-cuma ini dibebani sebuah syarat dan ketentuan yaitu:
"Tidak memungut biaya apapun juga dari para murid atau orang tua murid seperti misalnya uang gedung, uang sekolah atau lainnya. Sehingga jika ketentuan itu dilanggar maka perjanjian pakai itu batal tanpa perantaraan hakim dan gedung harus dikosongkan dalam jangka waktu tiga bulan."
Dengan niat baik ditambah dilandasi sebuah perjanjian hukum maka konsistensi pelayanan pendidikan gratis ini bisa terus berlangsung. Bahkan kini Yayasan Kong Kauw Hwee tengah mempersiapkan pendirian sekolah menengah pertama yang diharapkan juga bisa memberikan pelayanan gratis bagi warga tidak mampu.

Ekonomi Melambat, Kredit Perbankan Tetap Tidak Direvisi

google image Lambang Bank Indonesia
JAKARTA, - Bank Indonesia (BI) menegaskan tidak akan merevisi target kredit sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) pada akhir tahun di level 25 persen, meski kondisi ekonomi dunia sedang mengalami perlambatan. Gubernur BI Darmin Nasution menjelaskan pihaknya masih melihat target kredit 25 persen dalam RBB masih bisa tercapai bila melihat tren pengucuran kredit yang biasanya meningkat di kuartal IV-2012.
"Tidak perlu merevisi target kreditnya. Itu kan sudah sesuai dengan RBB yang memasang di level itu," kata Darmin di Gedung BI Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Menurut Darmin, kredit perbankan saat ini masih tumbuh cepat. Meski pada 2-3 bulan terakhir, kredit perbankan di tanah air melambat. Menurutnya, kondisi tersebut bukanlah hal yang luar biasa karena hal tersebut juga mengikuti perkembangan ekonomi dunia yang juga memgalami perlambatan, sehingga setidaknya juga akan berpengaruh terhadap pencairan kredit di domestik.
Darmin menilai, kondisi pertumbuhan kredit perbankan yang saat ini naik 22-23 persen masih masuk akal, khususnya untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang naik 6,17 persen di kuartal III-2012 dan diperkirakan akan naik 6,3 persen di sepanjang 2012.
"Lagipula penurunan kreditnya bukan kredit investasi. Kredit investasi masih tumbuh tinggi, sekitar 30 persen," jelasnya.
Di sisi lain, ekspor Indonesia juga tumbuh melambat, sehingga secara langsung juga berakibat ke kebutuhan modal kerja perusahaan yang juga melambat. "Itu masih normal-normal saja," tambahnya.



BI Tak Mau Ikut-ikutan Turunkan BI Rate


KOMPAS/PRIYOMBODO
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution (tengah) didampingi Deputi Gubernur Halim Alamsyah (kiri) serta Deputi Gubernur Ardhayadi Mitroatmodjo memberikan keterangan mengenai hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, di Jakarta, Kamis (11/10).
JAKARTA, — Bank Indonesia atau BI menilai tidak mau ikut-ikutan negara lain menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate). Sebab suku bunga acuan BI masih bertahan di level 5,75 persen, dan angka tersebut masih bisa mewakili pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Gubernur BI Darmin Nasution menyatakan sebenarnya BI sudah mempertimbangkan penurunan bunga acuan BI di tahun lalu. "Sudah kita bikin, sudah kita turunkan tahun lalu. Sekarang kita tidak melihat perlu melakukan itu," kata Darmin di Gedung BI Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Menurut Darmin, selama 10 bulan terakhir sejak Februari 2012, suku bunga acuan BI masih bertahan di level 5,75 persen. Padahal, Februari 2011, posisi BI Rate masih 6,75 persen dan Oktober 2011 turun 25 bps menjadi 6,5 persen.
Oktober lalu, bank sentral Korea Selatan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2,75 persen. Padahal, Korea Selatan telah melakukan langkah serupa pada Juli lalu. Sementara itu, Australia memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 3,25 persen. Langkah ini untuk mencegah perlambatan ekonomi yang lebih dalam akibat krisis global.
"Bunga acuan di beberapa negara seperti Australia dan Korea sudah diturunkan. Kenapa kita menurunkan, katanya untuk menjawab dan mengantisipasi perlambatan," tambah Darmin.
Darmin menegaskan, beberapa negara memang merasa perlu melonggarkan moneter. Namun, BI merasa saat ini tidak perlu karena sudah melonggarkan moneter sejak tahun lalu. Tahun lalu, BI memang menaikkan suku bunga acuan sebelum kembali turun. Langkah menaikkan suku bunga itu sebagai bentuk pengetatan moneter untuk menarik dana masyarakat.
Langkah BI saat itu terbukti antisipatif dan akomodatif terhadap kondisi perekonomian global. Di tengah memburuknya perekonomian dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia baik, diiringi kredit perbankan yang baik.  

Visit : Blog Link Forex

Tsunami Bikin Utang Jepang Membengkak

Tsunami Bikin Utang Jepang MembengkakAFP Para pekerja di PLTN Fukushima, Jepang, Rabu (23/3/2011), berupaya untuk mendinginkan PLTN itu. Sistem pendingin reaktor PLTN itu rusak akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011.
Tsunami Bikin Utang Jepang MembengkakSHUTTERSTOCK
 - Pemulihan pascatsunami pada Maret 2011 membuat utang pemerintah Jepang membengkak. Kyodo pada Jumat (9/11/2012) mewartakan sampai dengan akhir September 2012, utang itu mencapai 983,30 triliun yen atau setara dengan 12,4 triliun dollar AS. Data ini berasal dari Kementerian Keuangan Jepang.
Secara rinci, utang itu termasuk 803,74 triliun yen surat utan pemerintah, 125,37 triliun yen utang jangka pendek pemerintah, dan  54,19 triliun pinjaman pemerintah dari lembaga-lembaga keuangan.
Sementara, utang pemerintah yang belum dibayar pada tiga bulan awal 2012 naik 0,7 persen. Sampai dengan akhir tahun fiskal 2012, menurut kementerian itu, total utang pemerintah Jepang sudah mencapai 1.000 triliun yen.



Ucapkan Terima Kasih, Obama Teteskan Air Mata



Ucapkan Terima Kasih, Obama Teteskan Air Mata
WASHINGTON DC, - Kemenangan atas Mitt Romney dalam pemilihan presiden AS yang baru saja usai, ternyata berdampak sangat emosional untuk Barack Obama.
Dalam sebuah video yang diluncurkan tim kampanyenya memperlihatkan Obama mengusap air matanya saat memberikan sambutan singkat untuk para sukarelawan dan tim kampanyenya di Chicago.
Pertemuan yang digelar satu haris setelah Obama memastikan kemenangannya itu memang terasa sangat akrab. Obama menceritakan kerjanya sebagai seorang penggalang komunitas di Chicago dan dia mengatakan kerja timnya di masa kampanye sangat luar biasa.
"Apa yang sudah kalian lakukan sangat hebat. Saya sangat bangga dengan itu, saya sangat bangga kepada kalian semua," kata Obama.
Lalu Obama sempat berhenti sejenak untuk menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
"Saya sangat yakin bahwa kalian semua akan melakukan pekerjaan hebat di dalam hidup kalian," lanjut Obama.
Video yang diunggak dalam situs YouTube itu kemudian diunggah juga ke situs BarackObama.com dan oleh tim kampanyenya disebarkan melalui Twitter dan email.
Dalam emailnya, manajer kampanye Obama, Jim Messina, mengatakan bahwa Presiden Obama tak hanya menyapa tim kampanyenya saja namun juga menyapa ribuan pendukungnya di seluruh Amerika.
Obama memang dikenal sebagai sosok yang tenang dan tidak gemar mendramatisasi perasaannya. Sehingga dia kerap dituding sangat sedikit menunjukkan emosinya di hadapan publik. Dia sempat menitikkan air mata dalam pidato saat memenangkan pemilu pada 2008 dan 2012.
Namun, Obama jarang sekali menunjukkan emosi sebesar yang terekam dan diunggah ke YouTube ini.


Visit : obama

Emas dan Komoditi


• Emas di pasar spot <XAU=> menguat ke level tertinggi 3 pekan karena pelaku pasarnya masih yakin bahwa terpilihnya kembali Obama sebagai presiden AS merupakan indikasi kelanjutan pelonggaran moneter, yang akan melemahkan dolar AS dan memicu inflasi.
• Selain itu kenaikan harga emas juga mengikuti komoditas minyak mentah dunia setelah pusat militer AS di Pentagon mengatakan bahwa pesawat tempur Irak menembaki pesawat tanpa senjata AS di wilayah internasional pekan lalu – meskipun tembakan tersebut tidak mengenainya.
• Thomson Reuters‐Jefferies CRB index <.TRJCRB>, indicator utama pasar komoditas global, merangkak naik 0,1 persen setelah merosot hampir 2 persen hari sebelumnya – yang merupakan penurunan harian terbesar sejak 17 September.
• Harga minyak mentah berakhir menguat pada hari Kamis, rebound dari koreksi tajamnya di sesi sebelumnya, namun rebound terlihat terbatas karena terhambat oleh kekhawatiran krisis utang Eropa dan krisis fiskal di AS.
 Rebound pada harga minyak mentah terjadi setelah Brent berjangka merosot hampir 4% dan minyak mentah AS anjlok hampir 5% pada hari Rabu dipicu masalah krisis utang Eropa dan tertekannya ekonomi AS, bersamaan dengan data yang menunjukkan naiknya stok minyak mentah mingguan AS.
• Brent crude <LCOc1> ditutup naik 43 sen di $107.25 per barel setelah jatuh hampir 4% di hari rabu, koreksi terdalamnya sejak Desember. Sebelumnya harga minyak Brent naik ke level intraday high di $108.17. Sedangkan untuk U.S. crude <CLc1> naik 65 sen di $85.09, setelah merugi hampir 5% di sesi sebelumnya, juga mencatat penurunan terdalamnya sejak Desember.

Kalla: RI-Turki Kesulitan Bantu Warga Rohingya


Kalla: RI-Turki Kesulitan Bantu Warga Rohingya
DENPASAR, - Indonesia dan Turki, dua negara yang mendapatkan akses menembus warga Rohingya di Myanmar, mengalami berbagai kesulitan untuk menyalurkan bantuan, karena sejumlah hambatan. Akhirnya, hingga saat ini Indonesia dan Turki baru mampu menyalurkan bantuan berupa makanan dan tim medis.
"PMI dan red cross-nya Turki sama-sama kerja di sana alami kesulitan. Indonesia kirim dokter, tapi sulit bekerja karena soal bahasa," ujar Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla usai pertemuan dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, di sela-sela berlangsungnya Bali Democracy Forum (BDF) di Nusa Dua, Jumat (9/11/2012).
Menurut Kalla, tim dari PMI juga bekerja memperbaiki sanitasi air, agar warga Rohingya mendapat kualitas air yang lebih baik. Namun, hal yang paling dibutuhkan warga Rohingya saat ini adalah perumahan.  "Sekarang masih mengalami banyak masalah, dan teknis perizinan. Kita akan bertemu lagi dengan Pemerintah sana untuk bisa bekerja lebih leluasa," jelas Kalla.
Sementara itu, menurut Kalla, Turki lebih banyak meminta masukan dari Indonesia karena kondisi geografis Indonesia yang lebih dekat dengan Myanmar dan lebih paham dengan kondisi di sana.

http://www.mysmartfx.com/id/page/general-information/smtxx1

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Djaloe Inc Visit Forex Trading My Smart Fx